1. Perencanaan & Kebutuhan
Tantangan: Rencana berubah-ubah di tengah jalan, sehingga biaya dan waktu molor.
Solusi:
- Buat brief desain yang jelas di awal, lengkap dengan ukuran ruangan, fungsi, dan gaya arsitektur.
- Konsultasikan ke arsitek atau desainer sebelum mulai konstruksi.
- Gunakan gambar kerja lengkap (denah, tampak, potongan, detail) agar tukang tidak bekerja berdasarkan perkiraan.
2. Lahan & Legalitas
Tantangan: Sengketa tanah atau pembangunan terhenti karena izin tidak lengkap.
Solusi:
- Cek sertifikat tanah di BPN atau notaris untuk memastikan legalitas dan bebas sengketa.
- Ajukan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) atau IMB sebelum konstruksi.
- Gunakan jasa surveyor untuk memastikan batas tanah sesuai peta.
3. Struktur & Teknis
Tantangan: Retak, bocor, atau kerusakan dini akibat kesalahan teknis.
Solusi:
- Lakukan tes sondir tanah untuk mengetahui jenis pondasi yang tepat.
- Gunakan material berkualitas sesuai spesifikasi, jangan tergoda harga murah yang tidak terjamin mutu.
- Pastikan pemasangan atap, talang, dan waterproofing dilakukan oleh tenaga terampil.
- Minta pengawasan berkala dari site engineer atau kontraktor berpengalaman.
4. Anggaran & Manajemen Proyek
Tantangan: Biaya membengkak atau proyek terlambat.
Solusi:
- Buat RAB detail dan alokasikan dana cadangan 10–20%.
- Lakukan pembayaran progres berdasarkan pencapaian pekerjaan, bukan waktu.
- Gunakan timeline proyek dan cek kemajuan secara mingguan.
- Simpan semua perjanjian dalam bentuk tertulis atau kontrak resmi.
5. Keberlanjutan & Kenyamanan
Tantangan: Rumah terasa panas, boros listrik, atau lembab.
Solusi:
- Gunakan ventilasi silang dan material insulasi untuk mengurangi panas.
- Manfaatkan pencahayaan alami dan lampu hemat energi (LED).
- Gunakan cat anti-jamur dan sistem drainase yang baik untuk mencegah lembab.
- Tanam pohon atau buat taman untuk membantu sirkulasi udara.
